Pages

Showing posts with label Turbo. Show all posts
Showing posts with label Turbo. Show all posts

Friday, May 27, 2022

Apa Itu Fungsi Sistem Pendinginan (Intercooler) pada Mesin Turbo

Fungsi Intercooler pada Turbo - Mobil-mobil yang berkapasitas mesin kecil dan dilengkapi turbo kian ramai diperbincangkan. Untuk mendukung kinerja sebuah turbo perlu dipasangi suatu komponen sebagai sistem pendinginannya. 

Tahukah yang dimaksud dengan alat tersebut. Yup, komponen ini dikenal dengan nama intercooler. Apa fungsi intercooler pada mesin turbo itu? Untuk mengetahuinya lebih dalam, simaklah ulasan berikut.

fungsi intercooler turbo dan komponennya
Fungsi intercooler pada turbo

Pada kesempatan ini, Gitomotor akan membahas mengenai fungsi dari sistem pendinginan (intercooler) pada turbocharger. Intercooler adalah sebuah komponen yang memiliki bentuk seperti radiator kendaraan, namun ada perbedaan dari segi fungsi.

Jika radiator berfungsi untuk mendinginkan air, sementara intercooler mendinginkan udara. Udara yang didinginkan ini, yaitu udara yang dihasilkan dari putaran turbin turbo. Sebelum udara bertekanan diteruskan ke ruang bakar.

Pengertian Intercooler Turbo

Intercooler turbo adalah salah satu bagian pada mesin diesel turbo. Intercooler berbentuk seperti kotak dan terletak di bawah atau samping kompresor turbocharger. Komponen ini tersusun dari lapisan-lapisan plat tipis memanjang. Lapisan inilah yang berfungsi untuk menurunkan suhu udara bertekanan. Sebelum udara tersebut masuk ke dalam silinder.

Intercooler meningkatkan efisiensi sistem induksi. Dengan mengurangi induksi panas udara yang dihasilkan oleh turbocharger sehigga dapat meningkatkan pembakaran.

Hal ini mehilangkan suhu udara hasil kompresi dari kompresor turbo. Kenaikan suhu udara yang terjadi disebabkan oleh tekanan udara yang dinaikkan atau dimampatkan.

Turbocharger dirancang untuk menghisap paksa udara lebih untuk disalurkan ke intake manifold. Intercooling adalah metode mengompensasi kerja turbocharger akibat pemanasan suhu udara atau proses alami dari kompresi adiabatik. Peningkatan tekanan udara dapat menyebabkan asupan udara menjadi terlalu panas. Akibatnya, kinerja turbocharger menjadi turun secara signifikan karena densitas atau kerapatan udara semakin kecil.

Peningkatan suhu udara asupan juga dapat meningkatkan suhu ruang pembakaran, sehingga memungkinkan timbul kerusakan pada blok mesin. Selain itu, ada secondary intercooler atau pendingin sekunder. Secondary intercooler ini berfungsi untuk mendinginkan udara turbin atau udara kompresor dan sistem minyak pelumas turbin.

Nilai suhu udara yang didinginkan bergantung dengan jumlah aliran udara yang disalurkan. Umumnya, udara bertekanan yang didinginkan intercooler dapat mencapai 5 oC hingga 10 oC.

Apabila kualitas udara pembakaran mengalami penurunan (seperti temperature terlalu tinggi akibat ada masalah di dalam intercooler atau aliran udara yang tersendat akibat filter yang kotor), proses pembakaran akan berpengaruh.

Komponen-Komponen Intercooler

Setelah membahas fungsi intercooler pada turbo, maka sekarang kita akan bahas komponen komponennya. Apa sajakah komponen-komponen intercooler di turbo itu? Berikut 4 bagian utama dari intercooler dan fungsinya.

  1. Inlet House, adalah ruang untuk memasukan udara dari filter.
  2. Pipa Udara, fungsinya sebagai pengalir udara dari inlet house menuju outlet house.
  3. Sirip Udara, adalah media untuk pelepas panas.
  4. Outlet House, berfungsi sebagai ruang untuk udara yang telah didinginkan.

Itu tadi ulasan mengenai fungsi intercooler turbo dan komponen-komponen intercooler. Semoga ulasan yang baru Gitomotor berikan dapat bermanfaat menambah pengetahuan seputar industry otomotif.

Friday, May 20, 2022

Apa Itu Fungsi Turbo Timer pada Mobil Turbo, Apakah Penting?

Fungsi turbo timer pada mobil turbo

Fungsi Turbo Timer - Salah satu komponen yang sebaiknya dipasangkan di mobil bermesin turbo adalah turbo timer. Dengan adanya alat ini dapat mengurangi risiko kerusakan komponen turbo di mobil.

Turbo timer memiliki fungsi utama, yaitu untuk memberikan jeda matinya mesin sesaat setelah kunci kontak mobil di-Off-kan. Lamanya jeda matinya mesin ini telah diseting oleh mekanik sebelumnya.

Jadi, walaupun kunci kontak mobil sudah di-Off-kan dan dicabut, mesin tidak langsung mati. Melainkan menunggu beberapa menit sesuai waktu yang telah diset.

Kenapa Mesin Turbo Harus Dipasang Turbo Timer?

Seperti yang telah kita ketahui, fungsi turbo ini untuk meningkatkan performa mesin. Dengan cara, memanfaatkan gas buang untuk dipakai memutar turbin intake (penghisap udara). Agar dapat menyuplai udara dengan baik. Sebagian gas buang tadi masih mengandung partikel bahan bakar yang dapat dibakar, akan dikembalikan lagi ke ruang bakar.

Di dalam mesin turbo ada komponen kipas baling-baling (turbin) yang berputar dengan kencang dan memiliki temperature sangat tinggi. Untuk menjaga turbin tidak mudah aus, maka komponen ini diberi saluran oli pelumasan mesin turbo. Apabila turbo berhenti mendadak dalam temperatur yang tinggi dengan oli pelumas yang masih mengalir, tentu akan membuat baja turbin menjadi rapuh. Selain itu, oli yang tujuannya untuk melumasi malah terbakar dan meninggalkan kerak.

Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, mesin turbo akan mudah rusak. Dengan alasan inilah, diperlukan komponen turbo timer pada mesin berturbo.

Perlukah Memasang Turbo Timer pada Mobil Turbo?

Sebagai pemilik kendaraan yang bermesin turbo tentu ingin merawat kendaraan tersebut agar performanya tidak turun. Namun, tanpa memasang turbo timer pun tidak menjadi masalah. Asalkan ketika hendak mematikan mesin mobil, Anda harus menunggu beberapa menit hingga kondisi mesin idle dulu. Barulah Anda dapat mematikan mesin.

Adakalanya, mobil kesayangan juga dipinjam oleh saudara atau kerabat yang mungkin tidak paham mengenai perlakuan khusus untuk mesin turbo. Setelah menggeber kendaraan, asal mematikan mesin turbo mendadak begitu saja. Oleh sebab itu, mobil yang berturbo perlu dipasang turbo timer untuk berjaga-jaga dari hal yang tidak dinginkan.

Friday, April 29, 2022

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Mesin Turbocharger? Yuk, Pahami Pembahasannya

Kelebihan dan Kekurangan Turbocharger - Turbocharger merupakan suatu kompresor sentrifugal (centrifugal compressor) yang memperoleh daya dari turbin dengan sumber tenaganya didapat dari dorongan gas buang. Umumnya, dipakai pada mesin pembakaran dalam. Tujuannya, untuk meningkatkan tenaga dan efisiensi mesin. Dengan cara meningkatkan tekanan udara yang dikompres masuk ke ruang bakar.

Kelebihan dan kekurangan turbocharger
turbo (unsplash.com/Gap)

Kunci keuntungan dari mesin turbocharger, yaitu piranti ini menawarkan sebuah peningkatan tenaga yang signifikan pada mesin. Hanya dengan menambah sedikit bobot mesin.

Kelebihan dan Kekurangan Turbocharger

Kelebihan Turbocharger

Dalam penggunaannya, pengaplikasian turbocharger tentu ada tujuan dan maksudnya. Tentunya, juga terdapat kelebihan dan kekurangannya. Di sini Gitomotor akan mengulas beberapa kelebihan pemasangan turbocharger pada mesin. Di antaranya:

1) Meningkatkan Daya dalam Rasio Berat

Sebuah turbocharger bisa meningkatkan torsi dan daya mesin diesel sebesar 30% hingga 40% dari versi konvesional. (Karyanto, 2000)

2) Mengurangi Kebisingan atau Geteran Mesin

Casing turbin bertugas sebagai penyerap kebisingan bagian mesin gas buang. Juga pada bagian inlet kompresor berfungsi mengurangi kebisingan yang disebabkan oleh gesekan udara dalam intake manifold. Alhasil, mesin turbocharger lebih tenang daripada mesin konvensional.

3) Bahan Bakar Ekonomis

Sebuah mesin turbocharger mempunyai efisiensi volumetrik tinggi dengan capaian pembakaran yang lebih lengkap. Sehingga, konsumsi bahan bakar menjadi rendah.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Tentang Pengertian Supercharger serta Kelebihan dan Kukurangannya, Yuk!

4) Mengurangi Asap Gas Buang

Mesin turbocharger meningkatkan fase pembakaran lebih efisien dan bersih. Jadi, dapat mengurangi asap gas buang.

5) Membantu Meredam Suara Gas Buang

Turbocharger bisa meredam suara letupan gas buang yang keluar. Karena pada turbocharger terdapat alat peredam suara (silencer).

6) Efisiensi Mekanis Motor Bisa Dinaikkan

Pada mesin Naturally Aspirated (NA), kerugian mekanis akibat gesekan memiliki hubungan dengan ukuran dan jumlah putaran mesin. Adapun kerugian gesekan mesin yang menggunakan turbocharger hanya disebabkan karena bertambahnya putaran mesin saja. Dengan demikian, mesin diesel yang menggunakan turbocharger memiliki tingkat efisiensi mekanis yang lebih besar ketimbang mesin diesel tanpa turbo pada daya yang sama. Karena pada mesin diesel turbo tidak perlu memperbesar kapasitas mesinnya.

7) Dapat Bekerja di Tempat Ketinggian

Semakin tinggi suatu daerah dari permukaan laut, maka semakin rendah tekanan atmosfirnya (udara semakin tipis). Kerapatan udara yang bisa masuk ke dalam ruang bakar pun akan berkurang. Akibatnya, udara dan bahan bakar yang dibakar di ruang bakar juga berkurang. Sehingga, tenaga mesin yang dihasilkan ikut berkurang. Penurunan ini dapat diatasi pada mesin yang dilengkapi turbocharger.

8) Harga Mesin Lebih Murah

Dengan tenaga yang sama, mesin yang berturbo akan lebih murah ketimbang mesin konvensional atau Naturally Aspirated (NA).

9) Turbocharger Tidak Menyerap Tenaga dari Mesin

Sistem mekanis turbocharger tidak mengambil tenaga dari mesin, melainkan tenaga putaran yang diperoleh bersumber dari dorongan gas buang.

Kelebihan dan kekurangan turbocharger
turbocharger (unsplash.com/Danny Sleeuwenhoek)

Baca juga: Komponen-Komponen Turbocharger dan Fungsinya

Kekurangan Turbocharger

Setelah memahami kelebihannya. Kini, waktunya membahas kekurangan pemasangan turbocharger. Beberapa kekurangan mesin turbocharger, yaitu sebagai berikut.

1) Membutuhkan Perawatan Ekstra Terutama bagian Pelumasan

Mesin turbo membutuhkan perawatan yang lebih. Terutama bagian pelumasan untuk kelancaran putara poros turbin. Karena putaran yang sangat tinggi dapat terjadi gesekan yang besar. Sehingga, menghasilkan panas yang tinggi. Bahkan tidak terkontrol. Akibatnya, terjadi keausan pada bearing dan part-part penting lainnya.

2) Lebih Berisik 

Pemasangan turbocharger menyebabkan ruang mesin menjadi lebih bising. Karena turbocharger menghasilkan suara berdenging dari gesekan udara terhadap putaran turbin yang tinggi.

3) Pengawasan Ekstra pada Saat Mesin Menyala

Dapat menambah pekerjaan bagi driver. Karena harus selalu memperhatikan kinerja dari turbocharger

4) Sangat Mempengaruhi Daya Mesin

Apabila turbocharger bermasalah, daya mesin dapat berpengaruh. Karena turbocharger terhubung langsung dengan gas buang, maka suplai udara bilas yang masuk ke dalam silinder bergantung pada kecepatan putar turbin. Dampaknya jika turbin kehilangan kecepatan, kinerja mesin menjadi terhambat. Karena terganggunya kompresi mesin akibat kekurangan asupan udara.

Nah, cukup sekian artikel tentang kelebihan dan kurangan mesin turbocharger. Semoga artikel yang baru gitomotor berikan dapat bermanfaat kepada Anda. 

Baca juga: Komponen-Komponen Supercharger dan Fungsinya

Thursday, April 28, 2022

Mengetahui Sejarah Teknologi Turbocharger, Telah Diperkenalkan sejak Era Perang Dunia

Sejarah Turbocharger - Turbocharger atau mesin turbo adalah salah satu teknologi pada kendaraan yang ramah lingkungan. Hingga kini, teknologi tersebut banyak disematkan pada mobil-mobil modern.

Adapun teknologi induksi paksa (forced induction) tersebut telah diaplikasikan pada hampir semua jenis kendaraan. Baik mesin dengan bahan bakar solar ataupun bensin. Dengan disematkannya teknologi turbocharger, mesin kendaraan dapat memuntahkan tenaga yang lebih besar, rendah emisi, serta irit bahan bakar.

Dengan demikian, mesin turbo menjadi lambang status bagi penggemar kecepatan. Apalagi teknologi ini banyak diminati para kawula muda yang hobi otomotif dan suka berkendara dengan kecepatan tinggi.

Sejarah turbo
sejarah turbo

Sejarah Turbocharger 

Sejarah turbocharger telah ada sebelum Perang Dunia I. Kala itu, seorang insinyur berkebangsaan Swiss, yaitu Alfred Buchi melakukan riset untuk meningkatkan efisiensi mesin kendaraan. Alhasil, Buchi menemukan sebuah mesin turbocharger-nya dan pertama kali dipatenkan pada tahun 1896. 

Sementara, untuk prototipe pertama dibuat pada 1915. Namun, dikarenakan tidak andal, maka mesin ini tidak diproduksi masal.

Setelah setahun berlalu (1916), insinyur asal Perancis, Aguste Rateau mendaftarkan paten teknologi turbocharger rancangannya, yang disematkan pada mesin Renault. Mesin ini direncanakan akan dipasang pada pesawat tempur punya Perancis.

Setelah Aguste Rateau, pada 1917, insinyur dari perusahaan General Electric (GC) bernama Stamford Moss mengaplikasikan mesin turbocharger pada pesawat V12 Liberty. Moss menguji keandalan mesin turbo pada pesawat di ketinggian 4300 m di Pikes Peak. Pikes Peak adalah puncak pegunungan Rocky di Colorado, USA.

Pengujian tersebut adalah upaya dalam memecahkan masalah power loss atau stall pada mesin pesawat konvensional. Alhasil, dengan teknologi turbocharger terbukti dapat menutupi kekurangan tersbut.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Tentang Pengertian Supercharger serta Kelebihan dan Kukurangannya, Yuk!

Kemudian, pada 1920 dilakukan pengujian kembali pada pesawat yang sama (mesin Liberty V12 silinder) dan sukses mencapai ketinggian 33000 kaki atau 10000 meter tanpa kehilangan dorongan (stall).

Kesuksesan tersebut, akhirnya mendorong produksi manufaktur aviasi dalam memproduksi berbagai pesawat tempur di era Perang Dunia II. Dengan memakai turbocharger agar berakselerasi lebih cepat dan efisien.

Tidak hanya sukses di dunia aviasi. Di tahun 1920-an, mesin turbocharger pun berhasil merambah industri kereta api dan mesin kapal.

Turbocharger baru menjajah industri otomotif sekitar tahun 1938. Hal ini ditandai sejak kendaraan truck diesel diperkenalkan oleh Schweizer Maschinenfabrik Saurer (Swiss Machine Work Saurer).

Sekadar informasi. Kala itu, turbocharger yang dibuat pada awal penemuannya berukuran jumbo. Karena riset teknologi ini memakai mesin-mesin besar. Seperti mesin pada pesawat. Hal tersebut terjadi selama beberapa dekade.

Ukuran mesin turbocharger yang dinilai tidak praktis untuk disematkan pada mobil kala itu, sehingga membuat perusahaan otomotif Amerika Serikat sempat alergi terhadap mesin turbocharger. Karena ukurannya yang bongsor.

Akan tetapi, seiring berkembangnya teknologi, ukuran mesin turbo semakin berevolusi menjadi lebih ringkas. Jadi, dapat diterapkan pada mobil. Teknologi ini yang kemudian dipasangkan di bawah kap mobil.

Baca juga: Komponen-Komponen Turbocharger dan Fungsinya

Sejarah mesin turbocharger
sejarah mesin turbo

Karena perubahan mesin turbo tersebut, akhirnya pabrikan otomotif Amerika Serikat tertarik pada mesin turbo. Hal ini menjadikan Amerika Serikat negara pertama di dunia yang memakai mesin turbo pada mobil berpenumpang.

Kala itu (1962), pabrikan otomotif terkemuka Amerika Serikat, General Motor (GM) menyematkan mesin turbo V8 3,5 liter pada mobil penumpang yang diletakkan di bawah kap mesin. Mobil tersebut, yaitu mobil Oldmobile Cutlass Jetfire.

Di mana pabrikan Oldmobile tersebut bekerja sama dengan produsen turbocharger (Garrett) untuk membuat mobil Jetfire V8.

Baca juga: Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Mesin Turbocharger? Yuk, Pahami Pembahasannya

Sejarah mesin turbocharger
sejarah turbocharger

Akhirnya, pada 1973, para produsen mobil mulai tertarik pada mesin turbo untuk membuat mobil dapat melaju cepat namun tetap efisien. Di tahun yang sama, BMW 2002 Turbo yang legendaris juga mulai dibuat dan diproduksi masal.

Sejarah mesin turbo 1973 BMW 2002
sejarah teknologi turbocharger

Akan tetapi, sama seperti Jetfire, BMW 2002 Turbo juga bertahan sebentar. Dan akhirnya, produksi mobil tersebut dihentikan setahun setelahnya.

Di tahun berikutnya (1974), Porsche 911 Turbo dipasarkan. Tahun tersebut menjadi periode produksi mobil dengan laju paling cepat di dunia yang diproduksi. Hal ini menjadi tonggak sejarah produksi komersial mesin turbo yang paling signifikan.

Sejarah turbo charger 1974 Porsche 911
sejarah turbo

Oleh karena itu, Porsche 911 Turbo dikenal sebagai mobil impian paling mewah. Saat itulah, antusias para penghobi otomotif terhadap turbocharger sebagai lambang mobil berkecepatan tinggi mulai terbentuk. 

Itu tadi ulasan tentang sejarah mesin turbocharger yang telah gitomotor share di sini. Semoga artikelnya dapat bermanfaat bagi pembaca.

Baca juga: Komponen-Komponen Supercharger dan Fungsinya

Monday, December 13, 2021

Komponen-Komponen Turbocharger dan Fungsinya

Komponen Turbocharger - Gitomotor kali ini akan mengajak Anda untuk memahami lebih rinci mengenai komponen-komponen turbocharger. Pernahkah Anda mendengar kata turbo? Biasanya, mendengar kata turbo kita akan teringat pada mobil yang memiliki kecepatan tinggi dan bertenaga. 

Tidak bisa dipungkiri, bahwa penambahan komponen turbocharger pada mobil dapat meningkatkan torsi dan tenaga mesin. Untuk itu, turbo menjadi salah satu komponen favorit yang dianggap dapat membawa setiap kendaraan melaju dengan cepat dan menjadi juara. 

Perangkat atau komponen turbocharger mudah diaplikasikan, karena dapat digunakan dengan baik pada mesin berbahan bakar bensin maupun solar. Apa sajakah komponen-komponen tersebut? Agar dapat mengetahui komponen-komponen pada turbocharger, simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Mengetahui Sejarah Teknologi Turbocharger, Telah Diperkenalkan sejak Era Perang Dunia

Komponen Turbocharger

Komponen-komponen turbocharger

Baca juga: Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Mesin Turbocharger? Yuk, Pahami Pembahasannya

Adapun komponen-komponen utama dari turbocharger, yaitu sebagai berikut.

  1. Rumah Kompresor atau Compressor Housing, berfungsi sebagai rumah bagi roda kompresor (compressor wheel) dan sebagai saluran udara yang masuk melalui intercooler atau filter udara menuju intake manifold.
  2. Roda Kompresor atau Compressor Wheel, berfungsi untuk menghisap udara dari intercooler atau filter udara dan memampatkan udara masuk ke dalam intake manifold.
  3. Bearing, berfungsi sebagai bantalan pada shaft turbin sehingga dapat berputar dengan lancar.
  4. Oil Seals, berfungsi untuk melindungi celah pada center housing supaya mencegah oli rembes atau bocor.
  5. Center Housing, berfungsi sebagai tempat dudukan shaft, bearing, oil seals, dan saluran pelumas untuk turbocharger. 
  6. Shaft, berfungsi untuk menghubungkan antara roda kompresor dengan roda turbin.
  7. Roda Turbin atau Turbine Wheel, berfungsi untuk menghasilkan putaran berdasarkan aliran atau tekanan dari gas buang hasil pembakaran mesin. Putaran dari roda turbin sama dengan putaran pada roda kompresor. Karena keduanya terhubung melalui sebuah shaft.
  8. Rumah Turbin atau Turbine Housing, berfungsi sebagai rumah dari roda turbin dan sebagai saluran gas buang dari exhaust manifold menuju knalpot. 

Komponen komponen turbocharger
Komponen turbocharger (pixabay.com/id/users/schuetz-mediendesign-608937)


Itu tadi pembahasan mengenai komponen-komponen turbocharger yang perlu kita ketahui. Agar dapat menentukan pemasangan perangkat yang tepat untuk mobil kita. Terimakasih telah bersedia mengunjungi blog gitomotor ini.

Tuesday, October 5, 2021

Kenali Lebih Dekat Tentang Pengertian Supercharger serta Kelebihan dan Kukurangannya, Yuk!

Pengertian supercharger dan kelebihan dan kekurangan


Sebelumnya telah dibahas mengenai turbocharger, sekarang akan bahas mengenai supercharger. Mulai dari fungsi hingga kelebihan dan kekurangan supercharger.

Pengertian Supercharger

Supercharger pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama seperti turbocharger. Fungsi yang sama, yaitu meningkatkan udara yang masuk ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi lebih baik. Tentunya, efek yang terasa pada tenaga mesin menjadi meningkat.

Adapun yang membedakan, yaitu dari sumber penggeraknya. Pada turbocharger memanfaatkan gas buang untuk memutar turbin, sedangkan pada supercharger menggunakan bantuan sebuah V-belt yang terhubung dengan kruk as. Oleh karena itu, supercharger memiliki putaran yang sama dengan putaran mesin. 

Hal tersebut yang menjadi keunggulan dari supercharger. Karena pada turbocharger saat mesin di RPM rendah, maka tekanan dari gas buang juga rendah. Oleh sebab itu, pada RPM rendah tekanan udara yang didorong oleh turbocharger ikut menurun. Bersamaan dengan menurunnya tekanan udara, maka tenaga yang dimiliki mesin saat RPM rendah tidak terlalu terasa sebelum mencapai RPM yang diinginkan. Hal ini yang sering dikenal dengan turbo lag.

Kelemahan di atas tidak terjadi pada supercharger. Supercharger dipasang sebelum throttle body dan terhubung dengan kruk as melalui sebuah V-belt. Di mana putarannya mengikuti putaran mesin. Jadi, cenderung stabil. 

Meskipun pada RPM rendah, namun tekanan udara masih tetap tinggi. Karena tekanan udara tidak terlalu berubah saat RPM mesin rendah, maka membuatnya sangat bertenaga untuk akselerasi awal sebuah kendaraan.

Baca juga: Komponen-Komponen Turbocharger dan Fungsinya

Kelebihan dan Kekurangan Supercharger

Pengertian supercharger dan kelebihan dan kekurangan supercharger
engine supercharger (pixabay.com/id/users/paulbr75-2938186)

Seperti halnya dengan turbocharger, kelebihan utama pada supercharger, yaitu meningkatkan tenaga tanpa perlu memperbesar kapasitas atau menambah jumlah silinder mesin. Adapun dengan kelemahannya juga mempunyai beberapa persamaan dengan turbocharger.

Untuk kelebihan dan kekurangan supercharger, yaitu sebagai berikut.

Kelebihan Supercharger

  • Pembakaran di dalam silinder menjadi efektif.
  • Meningkatkan tenaga mesin secara merata dan stabil, baik pada putaran rendah/ bawah hingga putaran tinggi. Karena putaran turbin supercharger langsung terhubung ke mesin.
  • Menghasilkan torsi yang lebih instan, karena tidak terjadinya lag atau delay seperti pada turbo.
  • Dengan tenaga yang sama, bobot kendaraan lebih ringan dibandingkan kendaraan non-supercharger.

Kekurangan Supercharger

  • Boros bahan bakar.
  • Kehandalan mesin berkurang, karena dengan penambahan teknologi supercharger membuat mesin bertambah kompleks.
  • Tenaga penggerak supercharger adalah dari kruk as mesin, sehingga dapat dikatakan teknologi ini mencuri power mesin. Jumlah tenaga yang dicuri dapat mencapai 20 % dari tenaga mesin. Jadi, memberikan beban tambahan kerja pada mesin. 
  • Komponen mahal dan pemasangan yang rumit.

Semoga ulasan mengenai pengertian supercharger serta kekurangan dan kelebihan yang baru saja Gitomotor berikan dapat bermanfaat bagi Anda. Penulis juga ucapkan terimakasih telah mengunjungi blog Gitomotor.

Baca juga: Mobil Tanpa Power Steering, Begini Cara Membuat Setir Mobil Ringan