Pages

Showing posts with label Mobil. Show all posts
Showing posts with label Mobil. Show all posts

Monday, June 6, 2022

Ini Dia Komponen-Komponen Air Suspension pada Mobil yang Perlu Kita Ketahui

Halo sobat pecinta otomotif. Kali ini Gitomoto1 akan membahas komponen-komponen air suspension yang terdapat di mobil. Tahukah apa sajakah komponen-komponennya?

Nah, pada air suspension ada beberapa komponen yang mempunyai berbagai tugas. Sehingga, air suspension dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk lebih jelasnnya, simak berbagai komponen air suspension berikut ini.

Komponen-Komponen Air Suspension

 

Komponen-Komponen Air Suspension

1. Kompresor Udara

Kompresor udara berfungsi untuk menghisap dan menekan udara supaya memperoleh tekanan tertentu. Dengan memanfaatkan udara bertekanan, sehingga kerja air suspension dapat menyerap getaran dan kejutan yang dialami oleh mobil. Oleh karena itu, kompresor akan memberikan udara bertekanan yang kemudian disimpan di tangki udara (air tank).

2. Air Tank atau Tangki Udara

Tangki udara mempunyai fungsi untuk menyimpan udara bertekanan. Supaya air suspension siap digunakan saat dibutuhkan.

3. Gauge Line atau Selang Udara Bertekanan Tinggi

Gauge line berfungsi untuk menyalurkan udara bertekanan ke berbagai komponen pada air suspension. Di mana komponen-komponen ini membutuhkan udara bertekanan. Komponen yang dimaksud, yaitu kantong udara.

4. Air Bellow atau Kantong Udara

Air bellow berfungsi sebagai penampung udara bertekanan dan digunakan untuk menerima beban mobil. Komponen ini juga sebagai pengganti spring atau pegas seperti pada suspensi manual.

5. Katup Solenoid atau Solenoid Valve Manifold

Katup solenoid mempunyai fungsi untuk mengatur aliran udara bertekanan yang masuk ke kantong udara (air bellow). Katup ini akan membuka dan menutup ketika dibutuhkan.

6. Filter atau Air Dryer Canister

Air dryer canister berfungsi untuk menyaring kotoran dan uap air yang terkandung pada udara bertekanan. Sehingga, dapat meminimalisir terjadinya kerusakan di komponen-komponen air suspension.

7. Pressure Switch atau Sakelar Tekanan

Pressure switch mempunyai fungsi untuk mengatur air suspension sesuai keinginan pengendara. Pressure switch terdiri ata 2 sakelar. Sakelar pertama digunakan untuk menurunkan dan menaikkan ketinggian mobil. Adapun sakelar kedua digunakan untuk menyesuaikan atau mengembalikan ketinggian mobil ke kondisi standartnya.

8. Height Sensor atau Sensor Ketinggian

Sensor ketinggian berfungsi untuk memberikan informasi tentang ketinggian dari mobil. Selain itu, sensor ini berfungsi untuk mendeteksi kemiringan mobil saat akan membelok.

9. Control Module

Control module memiliki fungsi untuk mengendalikan kinerja dari air suspension. Agar sesuai kebutuhan mobil. Control module bekerja berdasarkan informasi yang dibaca sensor, dan switch sebagai kendalinya. Jika switch penambah ketinggian ditekan, control modul akan membuka solenoid valve sehingga udara bertekanan dapat mengalir ke masing-masing kantong udara (air bellow).

Sekian pembahasan yang dapat Gitomoto1 berikan. Adapun pembahasan di atas berisi informasi mengenai komponen-komponen air suspension pada mobil.

Baca juga: Ciri-Ciri Shockbreaker di Motor Bocor

Sunday, June 5, 2022

Ini Dia Cara Kerja Nitrous Oxide System (NOS) yang Dipasang pada Kendaraan

Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang apa itu NOS dan komponen-komponennya. Nah, sekarang update artikel lagi. Masih tentang NOS. Namun, kali ini Gitomotor akan share tentang cara kerja Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan. Untuk itu, simak ulasan pada tulisan berikut ini.

 

Cara Kerja Nitrous Oxide System (NOS) yang Dipasang pada Kendaraan

Cara Kerja Nitrous Oxide System (NOS)

Perangkat NOS pada kendaraan motor atau mobil bekerja menggunakan senyawa kimia yang disalurkan ke dalam mesin. Dalam pengaplikasiannya, kendaraan yang dipasangi NOS dapat mendongkrak tenaga hingga 50 Hp. Adapun cara kerja NOS yang dipasang pada kendaraan, yaitu sebagai berikut.

  1. Cara yang umum dilakukan untuk mengaktifkan NOS, yaitu melalui sistem otomatis. Di mana sistem bekerja melalui throttle position sensor (TPS sensor). Jadi, nitrous akan aktif saat motor atau mobil mencapai putaran rpm tertentu.
  2. Pengendara akan menekan switch on untuk mengaktifkan NOS dalam posisi standby. Sistem akan menunggu untuk aktif ketika mesin telah mencapai rpm yang ditentukan. Umumnya, setelan NOS ini diseting pada rpm yang berada di gigi 2-3 ke atas.
  3. Setelah motor/mobil mencapai rpm yang telah ditentukan, maka sistem nitrous akan mendapat sinyal dari TPS sensor. Kemudian, sistem akan memerintahkan solenoid fuel dan solenoid nitrous untuk aktif. Sehingga, membuka aliran pasokan nitrous dan bahan bakar menuju ruang bakar.
  4. Nitrous yang keluar dari tabung bertekanan tinggi, wujudnya akan berubah menjadi gas. Karena nitrous keluar ke tekanan atmosfir. Saat berubah menjadi gas, suhunya ikut turun menjadi -88,5 °C (Ini belaku juga pada korek gas yang pecah, maka gasnya terasa dingin, bukan?). Jadi, akan membantu meningkatkan tenaga mesin. Karena suhu yang dingin tersebut membuat udara dapat masuk lebih banyak ke ruang pembakaran. Bersamaan dengan bahan bakar juga ikut terbakar lebih banyak.
  5. Ketika piston berkompresi, maka tekanan meningkat dan menyebabkan suhu mesin naik. Dengan suhu yang panas ini dapat memisahkan unsur molekul yang terkandung di nitrous meniadi molekul nitrogen dan molekul oksigen.
  6. Tambahan pasokan oksigen lebih digabungkan dengan bahan bakar yang lebih akan meningkatkan tekanan dan ledakan di ruang pembakaran. Sehingga, tenaga mesin dapat meningkat.

Berdasarkan artikel di atas yang membahas tentang cara kerja Nitrous Oxide System (NOS), semoga dapat menambah wawasan kepada Anda. Gitomotor juga ucapkan terimaksih telah mengunjungi blog otomotif kami.

Baca juga artikel berikut:

Ketahui Pengertian Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan yang Perlu Diketahui

Komponen-Komponen Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan disertai Fungsinya

Komponen-Komponen Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan disertai Fungsinya

Pada artikel sebelumnya, kita telah mengulas tentang pengertian dari Nitrous Oxide System (NOS). Kini, Gitomotor akan membahas mengenai komponen-komponen NOS yang digunakan pada mobil.

NOS sering digunakan pada kendaraan mobil. Meskipun, ada juga motor yang dipasangi NOS.

Seperti halnya supercharger ataupun turbocharger, NOS juga mempunyai fungsi untuk mendongkrak tenaga mesin. Adapun besarnya tenaga yang meningkat setelah dipasang NOS, yaitu sekitar 50 Hp atau lebih.

Dengan begitu, jumlah oksigen yang bertambah akan meningkatkan jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Sehingga, daya ledakan di ruang bakar meningkat dan menambah tenaga mesin.

Untuk dapat memasang perangkat NOS pada kendaraan, seorang teknisi harus mengetahui komponen-komponen apa saja yang digunakan. Adapun komponen-komponen Nitrous Oxide System (NOS), yaitu sebagai berikut.

Baca juga: Ketahui Pengertian Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan yang Perlu Diketahui

 

Komponen-Komponen Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan disertai Fungsinya

Komponen NOS

Berikut ini adalah komponen-komponen NOS yang dipasang pada kendaraan.

1. Komponen-Komponen Nitrous Oxide System (NOS)

NOS terdiri atas beberapa komponen. Komponen-komponen NOS antara lain sebagai berikut.

2. Botol/Tabung Nitrous

Tabung bertekanan tinggi yang menyimpan gas nitrous dalam bentuk cairan.

3. Selang Nitrous (Nitrous Feed Line)

Selang ini mempunyai fungsi untuk menyalurkan nitrous dari botol menuju pelat nitro.

4. Pelat Nitrous

Pelat nitrous dipasang di antara intake manifold dan throttle body. Di pelat inilah tempat nitrous dan bahan bakar diinjeksikan. Pelat nitrous menjadi salah satu metode penyuntikan nitrous yang masuk ke ruang bakar. Adapun metode lainnya akan Gitomotor ulas di lain kesempatan.

5. Solenoids

Biasanya, solenoid letaknya di pelat nitrous. Solenoid memiliki fungsi sebagai switch on/off untuk nitrous dan bahan bakar yang akan disuntikkan.

6. Brass Jets

Brass jets terdapat mata spray/nozzle. Komponen ini memiliki bentuk mirip seperti yang terdapat di karburator. Ukuran brass jets bermacam-macam. Hal ini tergantung dari jumlah nitrous dan bahan bakar yang ingin disuntikkan.

7. Adapter Bahan Bakar (Fuel Rail Adapter)

Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan selang bahan bakar dengan fuel rail.

8. Relay dan Sensor

Relay dan sensor termasuk komponen elektronik yang digunakan pada mode otomatis. Fungsinya sebagai sakelar untuk menghubungkan solenoids dengan sensor throttle (throttle position sensor). Alhasil, nitrous dapat aktif secara otomatis jika mesin bekerja di rpm tertentu.

9. Valve Purge

Valve purge sebagai komponen optional. Valve purge memiliki fungsi untuk melepaskan (membuang) sisa nitrous yang terdapat di selang nitrous setelah nitrous disuntikkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan suplai nitrous berikutnya bisa langsung masuk ke dalam pelat nitrous. Gas nitrous dari proses purge ini akan disemprot keluar dari mobil. Juga terkadang sengaja dilakukan untuk atraksi atau menarik perhatian orang.

Demikian ulasan tentang komponen-komponen Nitrous Oxide System (NOS). Semoga apa yang baru gitomotor sampaikan dapat bermanfaat menambah pengetahuan.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Tentang Pengertian Supercharger serta Kelebihan dan Kukurangannya, Yuk!

Ketahui Pengertian Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan yang Perlu Diketahui

Di kesempatan kali ini Gitomotor akan berbagi informasi tentang pengertian dari Nitrous Oxide System (NOS). Tahukah apa itu nitrous oxide system? Untuk mengetahuinya lebih detail, yuk, simak ulasan berikut ini!

 

Pengertian Nitrous Oxide System (NOS) pada Kendaraan yang Perlu Diketahui

Pengertian NOS

Nitrous Oxide System juga dikenal dengan singkatan NOS. NOS merupakan bagian dari nitrous. Karena nama NOS sendiri sebenarnya merupakan merk dari nitrous. Merk tersebut adalah produk dari perusahaan HMC (Holley Motor Company). 

Pengertian dari NOS adalah senyawa kimia yang terdiri atas 2 unsur molekul, yang berguna mempercepat laju kendaraan karena bercampurnya antara nitrous oxside dengan bahan bakar dan udara pada pembakaran yang terjadi di dalam silinder mesin. Kedua unsur molekul pada NOS, yaitu Nitogen dan Oksida. Dengan rumus kimia N2O.

NOS akan membantu pembakaran pada mesin. Dengan cara, ketika nitrous oxside dilepaskan dari tabung bertekanan tinggi, maka senyawa ini akan berubah bentuk dari cair menjadi gas. Gas dari nitrous oxside akan mengalir masuk ke dalam ruang pembakaran melalui sistem asupan udara (intake manifold).

Pada suhu kisaran 300oC, unsur molekul dari senyawa nitrous oxide akan memisah menjadi molekul oksigen dan molekul nitrogen. Panas dari kompresi di ruang pembakaran akan memecahkan gas nitrous oxide. Di mana proses ini akan memberikan tambahan pasokan oksigen lebih di ruang pembakaran.

Bertambahnya oksigen yang masuk ke ruang bakar, membuat bertambah juga jumlah bahan bakar yang akan dibakar. Sehingga, dapat menambah daya ledakan pada ruang pembakaran hingga meningkatkan daya tekan pada piston. Hasilnya, akan meningkatkan tenaga mesin

Besarnya peningkatan tenaga tergantung dari jumlah nitrous oxside dan tambahan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Biasanya, penambahan NOS dapat meningkatkan tenaga sekitar 50 hp atau lebih. Peningkatan tenaga tersebut dapat diraih asalkan blok mesin sanggup menahan tekanan yang besar terhadap batas beban kerjanya. Jika tidak sanggup, risiko yang terjadi pada mesin akan hancur atau meledak.

NOS termasuk dalam sistem forced induction. Seperti supercharger atau turbocharger. Walaupun sebagian orang berpendapat lain yang menganggap bahwa NOS tidak memaksa atau mengompresi udara untuk masuk ke ruang bakar, sehingga tidak dapat disebut sebagai forced induction. Semua bebas memiliki pendapatnya masing-masing. Karena poin utamanya NOS adalah untuk meningkatkan tenaga mesin.

Nah, itu tadi pembahasan tentang pengertian dari NOS pada motor atau mobil. Semoga artikel yang Gitomotor baru berikan dapat bermanfaat menambah wawasan seputar dunia otomotif. Terimakasih…

Baca juga: Mengetahui Sejarah Teknologi Turbocharger, Telah Diperkenalkan sejak Era Perang Dunia

Friday, June 3, 2022

Ini Dia 9 Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC, Apa Sajakah Bedanya?

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC - Beragam jenis mobil seperti truk, pick-up, bus, dan mobil penumpang sering dijumpai di jalanan. Umumnya, mobil terdiri atas 3 kategori, yaitu Sedan, Wagon, dan Pick up.

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Mobil SUV dan Sedan (pexels.com/@mali)

Mobil sedan mengacu ke kendaraan pribadi. Tentunya, Anda sangat familiar dengan bentuk sedan. Adapun mobil wagon mengacu ke kendaraan yang dapat membawa banyak penumpang dengan bentuk body-nya seperti mobil penumpang saat ini.

Sementara mobil pick-up lebih merujuk ke angkutan barang atau niaga. Lalu, bagaimana dengan mobil jenis SUV, MPV, dan LCGC itu?  Ketiganya masuk ke dalam kategori wagon.

Tahukah apa wagon itu?  Wagon adalah mobil yang berisi 5-7 kursi. Semua kursinya digunakan untuk mengangkut penumpang. Jadi, mobil ini khusus untuk mengangkut penumpang yang banyak. Lalu, tahukah Anda perbedaan dari SUV, MPV, dan LCGC itu?

Baca juga: Fungsi dan Arti Fitur AVH pada Mobil yang Perlu Diketahui Jika Ingin Membeli Mobil Baru

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC

Berikut ini adalah informasi mengenai perbedaan mobil SUV, MPV, dan LCGC.

1. Konfigurasi Kursi

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Konfigurasi kursi (pexels.com/@mikebirdy)

Biasanya, mobil berjenis MPV mempunyai konfigurasi kursi 3 baris. Adapun LCGC ada yang berkonfigurasi 2 atau 3 baris kursi. Kedua jenis mobil tersebut dilengkapi fitur lipatan untuk membuka ruang bagasi.

Sementara mobil jenis SUV juga terdiri atas 2 atau 3 baris kursi. Konfigurasi kursi mobil SUV tergantung tipe SUV-nya.

2. Peruntukan Mobil

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Suzuki new XL6 (unsplash.com/@harsh8867)

Ketiga jenis mobil mempunyai peruntukannya masing-masing. Untuk MPV digunakan sebagai mobil keluarga. Untuk LCGC juga diperuntukan sebagai mobil keluarga, namun mempunyai kelas yang lebih rendah.

Sementara SUV diperuntukan untuk mobil-mobil penjelajah atau adventure. Baik bersifat compact maupun family.

3. Kapasitas Mesin

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Mercedes Benz SLK 250 AMG Engine (unsplash.com/@mariqnaufal)

Perancangan mesin mobil disesuaikan dengan beban muatan mobil tersebut. MPV dengan beban penumpang 7 orang dan body yang tidak terlalu besar biasanya memakai mesin berkapasitas 1200 cc hingga 1500 cc.

Adapun LCGC menggunakan mesin berkapasitas 1000 cc hingga 1200 cc. Hal ini karena ditujukan untuk mengejar nilai efisiensi bahan bakar

Pada SUV harus mengusung mesin dengan kapasitas besar. Karena SUV mempunyai bobot besar serta diperuntukan untuk medan yang ekstrem (off road). Kapasitas mesin yang dimilikinya sebesar 1500 cc hingga 3000 cc atau lebih. Baik menggunakan bahan bakar solar ataupun bensin. Tentunya, juga tergantung jenis SUV-nya. Rata-rata SUV yang berbahan bakar solar ditambah perangkat turbocharger untuk mendongkrak tenaga mesin.

4. Ukuran Ban

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Ukuran ban Mercedes Benz. (pexels.com/@mikebirdy)

Serupa dengan pemilihan kapasitas mesin. Bentuk body dan bobot juga mempengaruhi ukuran ban. LCGC dengan body dan bobot tidak terlalu besar dapat memakai ban dengan diameter pelek R14 atau R15.

Untuk MPV juga hampir sama, yaitu berukuran R15 atau R16. Sebagai tambahan informasi, ukuran diameter pelek “R15” yang dimaksud adalah Ring ukuran 15 inci.

Adapun SUV dipengaruhi oleh jenis SUV-nya. Untuk SUV jenis compact, mungkin memakai roda dengan diameter pelek R17. Adapun SUV jenis big family dapat memakai pelek R19 atau lebih. Pastinya juga dipengaruhi dengan bentuk body-nya.

Selain diameter pelek, lebar tapak ban juga berpengaruh. Ukuran lebar tapak ban berpengaruh pada stabilitas dan efisiensi bahan bakar. Untuk mobil berbobot besar, pasti memakai ban dengan ukuran tapak lebih lebar. Agar menjaga kestabilan berkendara.

Sementara untuk LCGC, umumnya memakai ban tepak kecil. Karena tujuannya mengejar nilai efisiensi.

5. Konsumsi Bahan Bakar

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Isi bensin. (pexels.com/@skitterphoto)

Besarnya kapasitas mesin, akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Semakain besar kapasitas mesin, semakin boros juga konsumsi bahan bakarnya. Namun, berbeda dengan mesin diesel. Untuk meminimalkan pemborosan bahan bakar, mobil SUV yang berjenis big family menggunakan mesin diesel berkapasitas 2000 cc hingga 2500 cc. Sehingga, penggunakan bahan bakar dapat ditekan. Karena perbandingan bahan bakar mesin diesel lebih ekonomis ketimbang mesin bensin.

Hanya saja, tetap LCGC-lah yang paling irit di antara semua jenis ini. Karena mempunyai kapasitas mesin yang kecil dan bobot yang ringan.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, serta Kelebihan dan Kekurangan Sunroof Mobil

6. Drive Train

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Drive train. (unsplash.com/@enisyavuz)

Drive train adalah rangkaian penyalur tenaga dari mesin menuju roda. Untuk ketiga jenis mobil ini tidak terlalu banyak perbedaanya. Mobil LCGC dan MPV banyak yang memakai sistem FWD (Front Wheel Drive) yang berpenggerak roda depan. Adapun untuk SUV, biasanya memakai sistem RWD (Rear Wheel Drive) atau AWD (All Wheel Drive).

Sistem RWD mempunyai traksi daya yang cukup baik. Hal ini terbukti dapat mengangkut bobot yang besar tanpa slip. Seperti mobil Avanza RWD.

Adapun sistem AWD sangat diperlukan bagi mobil-mobil penjelajah (off road), seperti Big SUV. Karena memiliki penyaluran daya yang merata di setiap rodanya.

7. Ground Clearance

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Ground Clearance (youtube.com/MadMatt 4WD)

Ground clearance, yaitu tinggi kolong mobil. Tinggi ini diukur dari bagian kolong terendah ke permukaan jalan. Tinggi rendahnya ground clearance mempengaruhi banyak hal. Salah satunya, yaitu keseimbangan.

Ground clearance yang terlalu tinggi berpotensi mengakibatkan mobil oleng ketika berbelok. Adapun ground clearance yang terlalu rendah dapat membatasi pergerakan mobil ketika melaju di daerah terjal.

Oleh karenanya, nilai ground clearance dihitung berdasarkan bobot dan dimensi mobil tersebut. Semakin lebar ukuran mobil, maka semakin tinggi juga ground clearance untuk keamanannya. Jadi, SUV dengan body besar mempunyai ground clearance tinggi. Agar dapat melalui jalanan yang terjal bergelombang.

8. Fitur Keselamatan

Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Air bag (youtube.com/Airbag Clips)

Pada mobil MPV dilengkapi beberapa fitur keselamatan utama. Seperti airbag, seatbelt, dan ABS. Itu sudah cukup lengkap. Sementara, pada mobil LCGC juga lebih kurang sama. Namun, kualitasnya masih di bawah MPV.

Adapun pada mobil SUV lebih banyak dilengkapi sistem keselamatan. Tidak hanya ABS, airbag, dan seatbelt, namun ada tambahan traction control, ESC (Electronic Stability Control), HSA (Hill Start Assist), dan pedestrian protection. Semua fitur tersebut memang dikondisikan dengan medan ekstrim yang akan dilalui oleh SUV.

9. Harga Mobil

Ini Dia 9 Perbedaan Mobil SUV, MPV, dan LCGC
Kunci Mercedes Benz (unsplash.com/@denesroland)

Perbedaan yang terakhir dapat dilihat pada harga mobilnya. Untuk LCGC memang yang paling murah, yaitu sekitar 120-160 jutaan rupiah. Adapun harga MPV juga bervariasai. Untuk tipe low MPV dapat diperoleh di bawah 200 juta. Namun, untuk Premium MPV dapat di atas 500 juta.

Sementara SUV dihargai antara 250 juta hingga 1 miliar. Tergantung merek dan jenisnya. Untuk small SUV, mungkin dapat diperoleh di harga 300 juta ke bawah. Akan tetapi, jika SUV merek BMW, mungkin dapat tembus hingga 1 miliar lebih.

Nah, itu tadi pembahasan tetang perbedaan mobil SUV, MPV, dan LCGC. Semoga artikel yang baru gitomotor berikan dapat bermanfaat manambah wawasan kepada Anda.

Thursday, June 2, 2022

Komponen-Komponen Kompresor AC Mobil: Penjelasan, Fungsi komponen, dan cara kerjanya

Komponen Kompresor AC Mobil – Salah satu komponen yang mempunyai fungsi penting pada sistem AC mobil, yaitu kompresor AC mobil. kompresor AC mobil berfungsi untuk mengisap dan memdorong freon atau refrigerant supaya bersirkulasi di dalam mekanisme AC mobil.

Kompresor AC mobil terletak di sisi mesin mobil. Tepatnya, melekat pada blok mesin. Biasanya, berada cukup ke depan sejajar dengan, pulley water pump, pulley crankshaft, dan pulley lainnya. Ini bertujuan agar pulley kompresor AC dapat sejajar dan disambungkan melalui fan belt atau V-belt. Dengan begitu, putaran mesin dapat diteruskan ke pulley kompresor.

Pada komponen kompresor AC mobil mempunyai bermacam jenis. Jenis-jenis kompresor AC ini disesuaikan dengan jenis mobil dan keperluannya.

Jika unit besar seperti bis, tentu memerlukan tenaga kompresor yang besar ketimbang mobil pribadi. Tujuannya untuk mendukung fungsi kerja berdasarkan spesifikasi komponen kompresor AC mobil.

Untuk mengetahuinya lebih rinci tentang fungsi kompresor AC mobil, komponen-komponen, dan cara kerjanya, maka materi akan dibahas lebih lengkap pada artikel berikut ini.

Fungsi Kompresor AC Mobil

 

Komponen Kompresor AC Mobil: Penjelasan, Fungsi , dan cara kerjanya
Komponen Kompresor AC Wuling Confero

Kompresor AC mobil memiliki fungsi khusus, yaitu untuk mengisap freon pada tekanan rendah dan membagikannya ke kondensor pada tekanan dan temperatur tinggi. Pada prinsipnya memiliki peran melakukan kompresi terhadap temperatur dan penekanan refrigerant yang akan diteruskan ke kondensor.

Dapat dibilang fungsi kompresor AC mobil adalah untuk mengisap dan mendorong freon atau refrigerant supaya bersirkulasi di dalam mekanisme AC mobil. Hal ini membuat penekanan freon naik. Bentuk freon yang masuk ke dalam kompresor adalah gas bertekanan dan bertemperatur rendah. Seusai keluar dari kompresor AC, freon akan beralih menjadi gas bertekanan dan bertemperatur tinggi.

Putaran kompresor AC mobil bersumber dari putaran mesin. Putaran mesin akan dihubungkan ke pulley kompresor AC melalui sebuah belt. Dengan demikian, semakin cepat perputaran mesin, maka putaran kompresor AC akan cepat. Sebaliknya, bila perputaran mesin rendah, perputaran kompresor AC juga ikut rendah.

Baca juga: Fungsi dari 7 Komponen Alternator pada Mobil yang Perlu Kita Ketahui

Komponen-Komponen Kompresor AC Mobil

 

Komponen-Komponen Kompresor AC Mobil: Penjelasan, Fungsi , dan cara kerjanya
Komponen-komponen komporesor AC Mobil

Komponen-komponen Kompresor AC mobil, yaitu sebagai berikut.

1. Tutup Depan Kompresor

Tutup depan kompresor AC mobil berfungsi melindungi sisi dalam kompresor dan meredam penekanan freon yang ada di ruangan kompresi.

2. Tutup Belakang Kompresor

Fungsinya serupa dengan tutup depan kompresor, yaitu berfungsi untuk melindungi sisi dalam kompresor dan meredam penekanan freon yang ada di ruangan kompresi.

3. Body Kompresor

Body kompresor memiliki fungsi sebagai rumah sekaligus pelindung komponen-komponen yang lain.

4. Ruangan Kompresor

Ruangan kompresor berfungsi sebagai tempat pemrosesan dalam menghasilkan gas bertekanan dan bertemperatur tinggi, yang selanjutnya akan dialirkan ke kondensor.

Baca juga: Komponen-Komponen Transmisi Otomatis Mobil: Ada 9 Komponen disertai Fungsinya

5. Piston Kompresor

Piston kompresor berfungsi membuat penekanan pada freon sehingga menghasilkan gas freon yang bertekanan dan bertemperatur tinggi, yang seterusnya akan dialirkan ke kondensor.

6. Valve In

Valve in adalah kontradiksi dari valve out. Komponen ini berfungsi untuk meresap refrigerant/freon yang akan diproses di dalam ruangan kompresi. Valve in ini terhubung dengan evaporator melalui pipa yang digunakan untuk membagikan freon bertekanan dan bersuhu rendah.

7. Valve Out

Valve out berfungsi untuk mengeluarkan freon yang telah dimampatkan di dalam ruangan kompresi. Valve out terhubung dengan kondensor melalui pipa. Kondesor ini mampu meredam Freon bertekanan dan temperatur tinggi.

8. Pulley

Pulley berfungsi sebagai penghubung putaran crankshaft ke motor kompresor. Komponen ini disambung melalui v-belt yang dihubungkan ke sisi alternator.

9. Bearing

Komponen ini berfungsi untuk memperlancar putaran motor kompresor AC mobil.

10. Clucth (Kopling)

Kompresor AC mobil juga mempunyai kopling atau clutch. Fungsinya sebagai pengontrol kinerja sistem AC dengan magnet kompresor.

11. Kruk As

Kruk As merupakan salah satu komponen kompresor AC mobil. Komponen ini memiliki fungsi sebagai poros yang menyambungkan kopling magnet dengan bagian kompresor.

12. Magnet Kompresor

Komponen magnet pada kompresor AC mobil memiliki fungsi sebagai pengontrol kerja sistem AC pada mobil.

Baca juga: Komponen-Komponen Power Steering pada Mobil disertai Fungsinya yang Harus Diketahui 

Cara Kerja Kompresor AC Mobil

Cara kerja kompresor AC mobil mengikuti putaran mesin mobil. Dengan mengisap freon yang dialirkan melalui pipa low pressure dari evaporator, kemudian mendorong gas freon menuju kondensor AC mobil melalui pipa high pressure.

Fungsi kompresor pada sistem AC mobil seperti halnya fungsi jantung dalam tubuh manusia. Di mana freon sebagai darahnya.

Kompresor memiliki 2 aliran, yaitu aliran isap (suction) dan aliran buang (discharge). Aliran isap dihubungkan dengan evaporator, aliran yang bertekanan dan bersuhu rendah. Adapun pada aliran buang dihubungkan dengan kondensor, aliran yang bertekanan dan bersuhu tinggi.

Freon atau refrigerant yang bertekanan dan bertemperatur rendah diisap oleh kompresor melalui saluran isap. Selanjutnya, dimampatkan menjadi gas bertekanan dan bertemperatur tinggi.  Gas yang bertekanan dan bersuhu tinggi inilah yang seterusnya dialirkan menuju kondensor melalui aliran buang.

Jika kompresor kurang kuat dalam melakukan kompresi, performa AC mobil akan turun. Untuk mengetahui tekanan gas yang telah dikompresi dapat diukur menggunakan alat manometer AC.

Adapun kondensor adalah proses selanjutnya setelah gas freon dimampatkan kompresor. Gas freon yang telah dimampatkan akan manaikkan tekanan dan suhunya. Untuk itu, kondensor ini akan berperan menurunkan suhu saat terjadinya proses kondensasi. Ketika suhu panas berhasil diturunkan, maka akan berbentuk cairan dingin yang diteruskan ke bagian evaporator.

Kemudian, evaporator akan menyarap suhu cairan freon yang telah dikabutkan oleh katub ekspansi (dari cairan menjadi berkabut). Sehingga, setelah melewati evaporator semburan udara menjadi dingin.

Artikel di atas adalah ulasan mengenai fungsi, komponen-komponen, dan cara kerja kompresor AC yang banyak digunakan pada mobil. Fungsinya yang sangat penting untuk proses sirkulasi di dalam mobil. Semoga artikel yang telah Gitomotor paparkan di atas dapat menambah wawasan pengetahuan seputar otomotif.

Baca juga: Komponen-Komponen Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump) Mekanik disertai Fungsi Masing-Masing Komponen

Komponen-Komponen Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump) Mekanik disertai Fungsi Masing-Masing Komponen

Komponen Pompa Bahan Bakar – Tahukah kamu fungsi pompa bahan bakar pada kendaraan? Pompa bahan bakar memiliki fungsi untuk menyedot bahan bakar dari tangki bahan bakar (fuel tank) dan mengalirkannya menuju karburator atau injektor.

Nah, pada kesempatan ini Gitomotor akan membahas komponen-komponen pompa bahan bakar. Secara umum, pompa bahan bakar terbagi menjadi 2 tipe. Kedua pompa bakar tersebut, yaitu tipe mekanikal dan tipe elektrikal.

Pompa bahan bakar tipe mekanikal banyak dijumpai pada mobil-mobil tua (terlebih untuk mobil tahun 2000 ke bawah) yang menggunakan sistem karburator. Adapun pompa bahan bakar tipe elektrikal banyak dijumpai di mobil-mobil yang sudah menggunakan sistem injeksi.

Untuk tipe elektrikal, kerja pompa bahan bakar menggunakan tenaga listrik. Adapun yang tipe mekanikal bekerja secara mekanis. berdasarkan gerak naik turun rocker arm yang digerakkan oleh camshaft untuk menghisap dan memompa bahan bakar.

Baca juga: Komponen-Komponen Transmisi Otomatis Mobil: Ada 9 Komponen disertai Fungsinya

Komponen-Komponen Pompa Bahan Bakar Mekanik


Komponen-Komponen Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump) Mekanik disertai Fungsinya
Kompoenen pompa bahan bakar mekanik

Sementara, di artikel ini yang akan dibahas adalah komponen-komponen pompa bahan bakar tipe mekanik pada mobil. Semua komponen tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Katup Masuk (Inlet Valve)

Katup masuk (inlet valve) adalah katup saluran masuknya bahan bakar yang diisap dari fuel tank dan disaring oleh fuel filter untuk dialirkan ke dalam ruang pemompaan bahan bakar. Jadi, bahan bakar akan diisap masuk melalui inlet valve sebelum dipompa.

Katup masuk ini bersifat one way valve. Artinya, katup ini cuma akan mengalirkan bahan bakar masuk ke dalam (searah) saja. Jika bahan bakar mengalir keluar (berlawanan arah), katub akan menahan aliran tersebut. Karena hanya mengalirkan satu arah saja.

2. Katup Keluar (Outlet Valve)

Katup keluar (outlet valve) adalah katup yang terletak di ruang outlet. Di mana ruang outlet adalah tempat keluarnya bahan bakar setelah dipompa. Katup keluar ini tersambung dengan karburator mobil. Jadi, aliran bahan bakar akan dipompa mengalir keluar melalui outlet valve ini. Kemudian, bahan bakar akan dimasukkan ke dalam komponen karburator.

Katup keluar juga mempunyai sifat yang serupa dengan katup masuk. Yaitu, bersifat one way valve. Jadi, aliran bahan bakar yang telah dipompa keluar tidak dapat masuk kembali melewati katup ini.

3. Diafragma (Diaphragm)

Diafragma (diaphragm) juga sering disebut membran. Karena terbuat dari bahan karet khusus. Di mana karet ini tahan terhadap zat aditif dari bahan bakar. Jadi, karet tidak mudah rusak atau sobek.

Diafragma bersifat elastis. Diafragma memiliki fungsi untuk mengisap masuk bahan bakar ke dalam ruang pemompaan. Selain itu, diafragma berfungsi untuk mendorong keluar bahan bakar menuju karburator melalui outlet valve.

Sehingga, diafragma akan mengisap bahan bakar. Lalu, mendorong bahan bakar tersebut keluar menuju karburator.

Berdasarkan mekanisme kerjanya, Diafragma ini tersambung dengan rocker arm dan pull rod, yang akan bergerak turun naik sesuai putaran dari kruk as mesin.

4. Batang Penarik (Pull Rod)

Batang penarik (pull rod) adalah sebuah batang yang memiliki fungsi untuk menarik diafragma ke bawah (mengisap bahan bakar). Adapun untuk mengembalikan ke posisi semual, digunakan sebuah spring (pegas) yang dipasang bersama diafragma.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, serta Kelebihan dan Kekurangan Sunroof Mobil

5. Camshaft

Camshaft terhubung langsung dengan putaran mesin. Ketika mesin berputar, maka camshaft juga ikut berputar. Pada camshaft ada camlobe (bagian yang mempunyai tonjolan). Jadi, saat camshaft berputar, ia akan menggerakkan rocker arm turun naik dan terjadilah pemompaan bahan bakar dari tangki menuju karburator.

6. Rocker Arm

Rocker arm adalah lengan yang menghubungkan camshaft dengan pull rod. Rocker arm akan bergerak mendorong dan menarik pull rod sesuai posisi camlobe yang terdapat di camshaft. Apabila bagian yang menonjol di camlobe ini mengenai permukaan rocker arm, pull rod akan tertarik. Sehingga, bahan bakar dapat terisap masuk.

7. Pegas (Spring)

Komponen pegas (spring) pada pompa bahan bakar mekanik mempunyai fungsi untuk mengembalikan posisi rocker arm. Supaya selalu terhubung dengan camshaft. Sekaligus dapat membantu gaya dorongnya diafragma ketika proses mendorong bahan bakar ke karburator.

8. Silinder Blok

Blok silinder adalah silinder blok mesin yang mempunyai lubang sebagai tempat pemasangan pompa bahan bakar mekanik ini. Di mana rocker arm akan masuk ke dalam dan bersentuhan dengan camshaft mesin.

Beberapa jenis mobil, pompa bahan bakar mekanik juga ada yang terhubung dengan silinder head.

9. Oil Seal

Komponen oil seal pada pompa bahan bakar mekanik mempunyai fungsi untuk mencegah oli mesin masuk ke ruang tempat diafragma berada. Bila oil seal bocor, oli mesin dapat masuk ke dalam diafragma dan membuatnya cepat rusak.

Nah, demikian pembahasan tentang komponen-komponen pompa bensin mekanik. Semoga artikel yang baru Gitomotor sampaikan ini dapat bermanfaat menambah wawasan seputar otomotif.

Baca juga: Fungsi Komponen-Komponen Knalpot pada mobil yang Perlu Diketahui

Pengertian, Fungsi, serta Kelebihan dan Kekurangan Sunroof Mobil

Fungsi Komponen Sunroof Mobil - Hallo sobat semua, salam hangat untuk yang masih tetap setia mengunjungi blog sederhana ini. Penulis ucapkan banyak terimaksih atas dukungan sobat semua.

Nah, di hari yang cerah ini, Gitomotor akan mengulas tentang sunroof pada mobil. Tahukan kamu apa itu sunroof? Untuk mengetahui informasi lebih detail, simaklah ulasan berikut ini.

Pengertian, Fungsi, serta Kelebihan dan Kekurangan Sunroof di Mobil
Sunroof (unsplash.com/@element5digital)

Pengertian Sunroof

Sunroof adalah sebuah piranti atau panel yang terletak di atas mobil. Sunroof terbuat dari bahan kaca atau pelat transparan. Sunroof dapat dibuka tutup sesuai keinginan si pemilik mobil.

Fungsi Sunroof pada Mobil

Pada awal peluncurannya, sunroof dibuat sebagai fitur tambahan untuk mobil-mobil yang dipasarkan di beberapa negara yang mempunyai 4 musim. Jadi, si pemilik mobil yang ber-sunroof dapat menikmati suasana keempat musim hanya dengan membuka sunroof tersebut.

Berikut ini adalah fungsi sunroof pada mobil

1. Dapat Melihat Pemandangan secara Langsung

Fungsi sunroof mobil untuk melihat pemandangan secara langsung. Bagi pemilik mobil dengan sunroof pasti akan memperoleh kepuasan dalam menikmati pemandangan sekitar. Apalagi ada view yang bagus ketika berkunjung di tempat wisata.

2. Mengurangi Bau dalam Mobil

Fungsi sunroof mobil untuk mengurangi bau atau aroma yang tidak sedap pada mobil. Karena sunroof dapat digunakan sebagai piranti yang memberikan sirkulasi udara pada mobil. Jadi, bau yang tidak sedap dapat dihilangkan

3. Menurunkan Suhu Ruang Mobil

Fungsi sunroof mobil untuk menurunkan suhu di dalam mobil. Hal ini terjadi karena mobil yang terpapar sinar matahari terlalu lama, biasanya dapat meningkatkan suhu mobil dan membuat penumpangnya kepanasan.

Baca juga: Fungsi dari 7 Komponen Alternator pada Mobil yang Perlu Kita Ketahui

Kelebihan dan Kekurangan Sunroof Mobil

Kelebihan Memasang Sunroof

Berikut ini kelebihan mobil yang menggunakan sunroof.

1. Dapat Menikmati Udara Bebas

Kelebihan sunroof dapat menikmati udara bebas. Apalagi di pagi dan sore hari yang cerah. Hal ini dapat dilakukan tanpa tergangu dengan suara berisik mobil lain yang biasanya muncul bila Anda membuka jendela samping. Namun, tidak dengan sunroof ini.

2. Meningkatkan Tampilan Mobil Menjadi Elegan

Kelebihan sunroof dapat meningkatkan tampilan mobil menjadi lebih elegan. Sebagaimana yang kita ketahui, dengan adanya sunroof ini dapat membuat mobil akan terlihat seperti mobil yang mewah dan elegan.

3. Menikmati View yang Indah

Kelebihan sunroof dapat menikmati view yang indah. Ketika melakukan perjalanan jauh dengan mobil ber-sunroof, Anda dapat membuka sunroof untuk menikmati view yang luas tanpa harus terhalang oleh jendela atau pilar mobil Anda.

Pengertian, Fungsi, serta Kelebihan dan Kekurangan Sunroof pada Mobil
Sunroof (unsplash.com/@joepilie)

Juga Anda dapat lakukan ketika ada suatu even seperti kampanye atau pawai. Anda dapat memanfaatkan sunroof dengan berdiri dan mengeluarkan kepala untuk menyapa orang-orang di sekitar Anda.

Baca juga: Komponen-Komponen Transmisi Otomatis Mobil: Ada 9 Komponen disertai Fungsinya

Kekurangan Memasang Sunroof

Berikut ini kekurangan mobil yang dipasang sunroof.

  1. Ketika memiliki mobil yang dipasang sunroof, tentu Anda akan merasa bangga dan senang. Namun, kemungkinan besar Anda akan bosan. Bahkan dapat lupa bila mobil Anda ternyata ber-sunroof.
  2. Piranti sunroof dapat menambah berat mobil. Sehingga, dapat berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Karena sebuah sunroof dapat mempunyai berat antara 25 kg hingga 35 kg. Bahkan untuk sekelas SUV dapat lebih berat lagi.
  3. Risiko terjadinya kebocoran semakin besar. Karena pada sekat sunroof tersebut dapat timbul rembesan air dari atas saat hujan deras. Juga bisa terjadi ketika melakukan pencucian mobil.
  4. Memerlukan perawatan yang lebih ekstra. Karena sunroof ini terdapat banyak sealent dari bahan karet. Tentunya, perlu perawatan dan pengecekan secara rutin oleh pemilik mobil. Jika tidak, perangkat mekanis buka tutup sunroof dapat mengalami macet. Oleh karena itu, sunroof harus sering digunakan. Paling tidak minimal 1 bulan sekali. Agar komponen sealent tidak macet.

Ini Dia Pengertian, Fungsi, serta Kelebihan dan Kekurangan Sunroof Mobil
Sunroof ((unsplash.com/@taalfoto)

Sekian ulasan yang dapat Gitomotor berikan kepada Anda. Semoga artikel tentang pengertian, fungsi, serta kelebihan dan kekurangan sunroof pada mobil ini dapat membantu dan bermanfaat menambah pengetahuan seputar otomotif. 

Baca juga: Komponen-Komponen Power Steering pada Mobil disertai Fungsinya yang Harus Diketahui 

Tuesday, May 31, 2022

Ini Dia Komponen-Komponen Power Steering pada Mobil disertai Fungsinya yang Harus Diketahui

Komponen Power Steering – Pada kesempatan ini Gitomotor akan membagikan artikel tentang komponen-komponen hidrolik power steering. Tahukah yang dimaksud dengan power steering ini?

Power steering adalah sebuah sistem kemudi yang dapat mengurangi usaha atau tenaga pengemudi dalam mengendalikan kendaraannya, dan meringankan roda kemudi mobil supaya lebih mudah diatur.

Biasanya, power steering mempunyai tenaga putaran motor (pompa oli) yang diubah menjadi tekanan fluida. Sistem ini adalah hidrolik. Dengan mekanisme kerja hidrolik, akan memberikan tenaga tambahan. Supaya pengemudi lebih nyaman dalam berkendara.

Ada beberapa komponen yang menyusun power steering. Komponen-komponen tersebut, yaitu sebagai berikut.

 

Komponen-Komponen Power Steering di Mobil


1. Reservoir Tank Steering Oil

Fungsi reservoir tank steering oil adalah sebagai penampung oli power steering. Reservoir tank adalah wadah untuk menampung oli power steering. Nantinya, oli ini akan dialirkan ke bagian low pressure hose menggunakan pompa power steering. Reservoir tank mempunyai beberapa takaran. Untuk mengetahui takaran atau level ketinggiannya, dapat menggunakan stik.

2. Pompa Power Steering

Pompa power sttering berfungsi untuk menghasilkan fluida bertekanan tinggi. Tekanan inilah digunakan sebagai tenaga tambahan untuk memudahkan kendali setir.

Pompa atau disebut juga vane pump, digerakkan oleh putaran mesin melalui belt dan pulley

3. High Pressure Steering Hose

High pressure steering hose berfungsi sebagai saluran pengaliran fluida bertekanan tinggi, yang mengalir menuju ke rotary. Rotary control valve menerima flow tekanan, sehingga membuat kerja kendali setir menjadi ringan.

Selang ini dirancang khusus untuk menahan tekanan fluida yang sangat tinggi dari pompa oli.

4. Low Pressure Steering Hose

Adapun Low pressure steering hose berfungsi mengalirkan fluida bertekanan rendah dari rotary menuju reservoir tank. Tekanan fluida yang dialirkan sangat rendah.

5. Rotary Control Valve

Oli mengalir melalui steering hose yang diatur oleh rotary control valve. Fungsinya sangat vital, yaitu mengatur arah aliran fluida dari pompa. Komponen ini menyatu dengan pinion gear dan ditempatkan di lokasi yang bernama rotary control valve housing.

Baca juga: Fungsi dari 7 Komponen Alternator pada Mobil yang Perlu Kita Ketahui

6. Steering Rack Shaft

Steering rack shaft berfungsi menyangga piston dan rack gear ke power silinder. Juga merupakan tumpuannya piston dan power cylinder.

Tersambung langsung dengan power cylinder, steering rack akan membantu menahan dan mengulur tarikan mobil saat akan berbelok.

7. Power Cylinder

Power cylinder mempunyai fungsi untuk menggerakan roda gigi dan tekanan fluida. Power cylinder adalah silinder mekanis tempatnya piston yang menyatu dengan steering rack shaft.

Power cylinder akan menerima tekanan aliran fluida yang masuk ke masing-masing fluid chamber. Sehingga, piston dapat terdorong dan pergerakan roda gigi kemudi menjadi lebih mulus.

8. Steering Gear Housing

Steering gear housing berfungsi untuk melindungi dan meletakkan komponen steering rack shaft dan pinion gear agar sistem tetap aman dan mobil tidak akan mengalami kendala atau gangguan ketika memutar setir.

Steering gear housing menjaga komponen power steering dari benda asing. Seperti debu, pasir, plastik, atau partikel kecil lainnya.

Itulah fungsi 8 komponen power steering sistem hidrolik yang telah gitomotor jabarkan di atas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat memberikan wawasan tambahan seputar otomotif.

Baca juga: Jadi Ini Komponen-Komponen yang Ada di Transmisi Otomatis Mobil

Komponen-Komponen Transmisi Otomatis Mobil: Ada 9 Komponen disertai Fungsinya

 

Komponen Transmisi Otomatis Mobil – Sebagaimana kita ketahui, transmisi otomatis adalah transmisi yang perpindahan giginya secara otomatis. Perpindahan gigi tersebut bertujuan untuk mengubah rasio tenaga dan kecepatan secara otomatis oleh beragam komponen transmisi otomatis yang dikendalikan atau dikontrol dari komputer transmisi.

Untuk memindah tingkat kecepatan pada transmisi otomatis, maka perlu menggunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi. Keduanya dikontrol secara komputerisasi melalui transmission control unit.

Selain itu, perpindahan kecepatan dan momen didapatkan melalui pengaturan gerak pada planetary gear unit. Sehingga, dapat mengubah tingkat torsi dan kecepatan seperti halnya pada perpindahan gigi di dalam transmisi manual.

Yup, di dalam transmisi otomatis ada berbagai komponen penting yang bekerja. Sehingga, perpindahan gigi dan kecepatan dapat terjadi secara otomatis. Apa sajakah komponen-komponen transmisi otomatis pada mobil itu?

Nah, pada pembahasan kali ini, Gitomotor akan mengulas tentang komponen-komponen transmisi otomatis tipe planetary gear pada mobil.

Untuk mengetahuinya lebih rinci, simak komponen-komponen transmisi otomatis tipe planetary gear di mobil berikut ini.

 

Jadi Ini Komponen-Komponen yang Ada di Transmisi Otomatis Mobil
Transmisi otomatis tipe planetary gear

1. Torque Converter

Torque converter adalah salah satu komponen pada transmisi otomatis mobil yang bekerja secara hidrolis. Cara kerja torque converter adalah mengubah tenaga mekanis dari mesin menjadi energi kinetis (berupa aliran oli ATF). Kemudian, mengubahnya lagi menjadi tenaga mekanis. Tenaga ini yang akan disalurkan menuju ke input shaft transmisi.

Torque converter sebagai penghubung antara flywheel mesin dengan input shaft transmisi otomatis. Terdapat komponen berupa stator, pump impeller, turbine runner, dan one way clutch di dalam torque converter. Komponen-komponen tersebut bekerja bersama-sama dengan memanfaatkan oli ATF. Oli ini yang diisikan ke dalam torque converter.

Torque converter dalam transmisi otomatis mobil mempunyai beragam fungsi. Beragam fungsi torque converter, yaitu sebagai berikut.

  • Sebagai kopling otomatis (automatic clutch). Dengan tujuan untuk meneruskan engine torque ke input shaft transmisi menggunakan fluida.
  • Meredam getaran puntir (torsional vibration). Terjadinya getaran puntir ini berasal dari mesin dan drive train.
  • Meningkatkan momen puntir atau torsi (torque) yang dihasilkan dari ledakan pembakaran dalam mesin.
  • Meratakan putaran mesin dan menghaluskan getaran mesin.

2. Hydraulic Control Unit

Hydraulic control unit adalah unit dalam transmisi otomatis. Fungsi hydraulic control unit untuk mengontrol kerja brake dan clucth menggunakan tekanan yang didapatkan dari pompa oli. Hydraulic control unit terdiri atas beberapa komponen, yaitu sebagai berikut.

  • Oil Pump, berfungsi untuk menghasilkan tekanan oli ATF. Kemudian, mengalirkannya ke seluruh komponen transmisi otomatis yang memerlukan pelumasan oli ATF.
  • Oil Pan, berfungsi sebagai tempat penampung oli ATF yang dipakai dalam pelumasan transmisi otomatis.
  • Oil Filter (ATF Strainer), berfungsi untuk menyaring kotoran yang ada di oli ATF.
  • Valve Body Unit, berfungsi sebagai katup yang menyalurkan aliran oli ATF ke masing-masing komponen brake dan clutch. Di mana aliran fluid/olinya diatur oleh transmission control unit menggunakan solenoid.

3. Clutch and One Way Clutch

Clutch and one way clutch adalah salah satu komponen pada transmisi otomatis. Komponen ini berfungsi sebagai penyalur tenaga putar yang terjadi di input shaft transmisi otomatis menuju ke planetary gear set. Semua clutch pada transmisi otomatis bekerja secara hidrolik. Hanya one way clutch saja yang bekerja secara mekanis.

Ada beberapa nama-nama clutch yang terhubung dengan planetary gear unit pada transmisi otomatis. Nama-nama clutch tersebut, yaitu sebagai berikut.

  • Front clutch, berfungsi untuk memutuskan atau menyalurkan tenaga putar mesin ke reverse sun gear.
  • Rear clutch, berfungsi untuk memutuskan atau menyalurkan tenaga putar mesin ke forward sun gear.
  • End clutch, berfungsi untuk memutuskan atau menyalurkan tenaga putar mesin ke planetary gear carrier.
  • One way clutch, berfungsi untuk memutuskan atau menyalurkan tenaga putar mesin ke planetary gear carrier.

4. Planetary Gear Unit

Planetary gear unit adalah komponen transmisi otomatis mobil yang berfungsi mengubah perbandingan gigi sehingga menghasilkan perubahan kecepatan putaran dan momen pada output shaft.

Juga planetary gear unit mempunyai fungsi lain, yaitu mengubah arah putaran. Agar mobil dapat bergerak mundur.

Planetary gear unit terdiri atas sekumpulan gir yang disusun menyerupai susunan tata surya.  Sekumpulan gir yang tersusun di dalam planetary gear unit adalah sebagai berikut.

  • Forward Sun Gear
  • Reverse Sun Gear
  • Short Pinion Gear
  • Long Pinion Gear
  • Annulus Gear (ring gear)
  • Planetary gear carrier

Kombinasi pergerakan gir tersebut diatur oleh kerja brake dan clutch. Sehingga, masing-masing gir saling terhubung dan menciptakan perubahan rasio gir yang terjadi di antara output dan input.

Baca juga: Fungsi dari 7 Komponen Alternator pada Mobil yang Perlu Kita Ketahui

5. Brake

Brake, yaitu komponen transmisi otomatis mobil yang berfungsi untuk menahan laju putaran yang terjadi di komponen planetary gear. Brake pada komponen transmisi otomatis mobil juga bekerja secara hidrolis. Kerja hidrolis ini diatur oleh transmission control unit melalui hydraulic control unit.

Brake pada komponen transmisi otomatis mobil ada 2, yaitu:

  • Kickdown brake, fungsinya untuk menahan laju putaran reverse sun gear.
  • Low reverse brake, fungsinya untuk menahan laju putaran planetary gear carrier.

6. Manual Linkage

Manual linkage adalah komponen transmisi otomatis pada mobil. Manual linkage berupa link yang saling terhubung. Manual linkage bekerja secara manual sesuai perintah pengemudi.

Contoh manual linkage pada komponen transmisi otomatis mobil, yaitu adanya tuas transmisi otomatis, kabel selector, parking pawl, inhibitor switch, over drive switch, dan lain-lain.

7. Transmission Control Unit

Transmission control unit, yaitu komponen transmisi otomatis mobil yang mempunyai fungsi sebagai pengendali kerja solenoid dan aktuator atas pembacaan data dari sensor-sensor transmisi otomatis.

Transmission control unit berupa komputer untuk transmisi. Di dalamnya ada program dan peta shift pattern sebagai tempat kontrol kecepatan mobil.

Selain itu, transmission control unit mempunyai fungsi sebagai kontrol darurat (fail safe function) ketika transmisi otomatis terjadi masalah (trouble). Sehingga, gir pada transmisi otomatis akan selalu diset untuk berada pada gigi 3.

Baca juga: Apa Sajakah Komponen-Komponen Sistem Pengapian Konvensional? Yuk, Simak Komponen-Komponen Tersebut beserta Fungsinya!

8. Pedal Akselerasi

Pada mesin mobil, pedal akselerasi dihubungkan melalui kabel throttle valve. Besarnya derajat penekanan dari kabel tersebut akan diteruskan ke sistem transmisi. Jadi, mobil dapat berjalan dengan optimal.

Pedal akselerasi membutuhkan perawatan khusus. Juga diusahakan selalu bersih.

9. Automatic Transmission Fluid (ATF)

Automatic Tranmission Fluid (ATF) adalah minyak pelumas yang dibuat khusus untuk melumasi seluruh komponen yang ada di transmisi otomatis mobil. Juga digunakan untuk menciptakan tekanan fluida. Sehingga, tekanan fluida dapat menggerakan komponen brake dan clutch. Adapun fungsi ATF yang lainnya, yaitu:

  • Untuk memindahkan momen puntir pada torque converter.
  • Untuk melumasi bagian planetary gear dan bagian bergerak lainya.
  • Untuk mendinginkan komponen-komponen transmisi otomatis pada mobil yang bergerak.
  • Untuk mengendalikan sistem hydraulic control yang akan mempengaruhi kerja brake dan clutch.

Oli ATF sangat berbeda dengan jenis oli pelumas lainnya. Mobil bertransmisi otomatis harus selalu memakai ATF yang sesuai ketentuan dari pabrikan pembuat komponen transmisi otomatis tersebut. Pemakaian ATF yang tidak sesuai pada transmisi otomatis dapat menyebabkan kemampuan perpindahan giginya menurun. 

Demikianlah pembahasan mengenai komponen-komponen transmisi otomatis pada mobil. Semoga yang telah Gitomotor jabarkan di atas dapat memberikan wawasan bermanfaat. 

Baca juga: Ini Dia 9 Komponen Sistem Power Window pada Mobil yang Perlu Diketahui